Ciri Ciri Penyakit Sinusitis

Sinusitis ditandai dengan pilek yang kental berwarna putih kecokelatan atau kehijauan. Biasanya berlangsung lebih lama. Pasien sinusitis umumnya datang karena pilek yang tidak sembuh-sembuh, tak jarang sudah dengan pengobatan disertai sakit kepala atau terasa penuh di wajah dan hidung mampet, kadang disertai juga dengan penurunan penciuman.

sinusitisGambaran tentang penyakit sinusitis

Menurut Dr. Diana Rosalina, SpTHT, SpTHT dari RSUP Fatmawati Jakarta, sinusitis merupakan istilah untuk peradangan pada rongga sinus. Gejala sinusitis yang menyerupai flu atau sakit kepala seringkali membuat sang penderita kurang menyadari penyakit sinusitis yang dialaminya. Sinusitis hampir selalu membutuhkan pengobatan khusus. Pada keadaan yang lanjut, tidak jarang operasi menjadi pilihan terapi.

Sinus tidak lain adalah rongga di dalam tulang-tulang wajah di sekitar hidung. Tercatat 4 jenis sinus pada manusia yakni sinus maksilaris (di dalam tulang pipi), frontalis (di dahi) dan sfenoid (di belakang sinus etmoid). Masing-masing terdapat di kanan dan kiri. Walau fungsi pastinya masih dalam perdebatan, beberapa teori kedokteran menduga sinus berperan dalam mengatur kondisi udara yang masuk ke saluran napas. Selain itu juga sinus diduga membantu menjaga keseimbangan kepala, meredam perubahan udara di sekitar, membantu resonasi suara serta sebagai penahan suhu.

Sinus yang sehat berisi udara, selain adaya lendir yang dihasilkan selaput dinding. Lendir ini terus menerus diproduksi dan dikeluarkan ke dalam hidung melalui saluran yang tersedia. Sel-sel bersikat di sepanjang dinding dan salurannya aktif bergerak untuk membantu pengaliran lendir. Siklus ini harus tetap berjalan agar keseimbangan di dalam rongga sinus tetap terjaga.

Bila aliran ke dalam hidung terhambat, maka lendir dapat menumpuk dan terperangkap bersama udara di dalam sinus. Sayangnya, tumpukan ini merupakan makanan favorit berbagai bakteri penyebab penyakit. Alhasil, radang dalam rongga sinus (sinusitis) bisa terjadi. Berbagai hambatan mekanik seperti benda asing dan polip hidung, infeksi saluran napas kronik, alergi, serta adanya kelainan otonomi yang mempersempit saluran sinus, dapat mencetus keadaan ini.

Sinusitis pun bisa terjadi melalui mekanisme lain. Infeksi dari gigi, misalnya merupakan salah satu penyebab tersering terjadinya sinusitis. Ini terjadi karena akar gigi belakang ataas kita bisa berada di dasar sinus bahkan masuk ke dalam akar gigi. Bila akar gigi tersebut terinfeksi yang ditandai dengan gigi berlubang, maka infeksi ini dapat meluas hingga ke sinus di atasnya. Sinus yang terlibat karena gigi, hanya sinus maksila. Sinus dapat pula berasal dari penyebab di hidung yang disebut sinusitis rinogen.

Pada ana-anak, sinusitis paling sering disebabkan karena adanya infeksi di tonsil belakang hidung atau adenoid, sehingga ukuran adenoid membesar yang disebut hipertrofi adenoid.

Sinusitis ditandai denga pilek yang kental berwarna putih kecokelatan atau kehijauan. Biasanya berlangsung lebih lama. Pasien sinusitis umumnya datang karena pilek yang tidak sembuh-sembuh, tak jaang sudah dnegan pengobatan disertai sakit kepala atau terasa penuh di wajah dan hidung mampet, kadang disertai juga dengan penurunan penciuman.

Menurut Dr. Diana Rosalina, SpTHT, SpTHT dari RSUP Fatmawati Jakarta, sinusitis merupakan istilah untuk peradangan pada rongga sinus. Gejalanya yang menyerupai flu atau sakit kepala seringkali membuat sang penderita kurang menyadari penyakit sinusitis yang dialaminya. Sinusitis hapir selalu membutuhkan pengobatan khusus. Pada keadaan yang lanjut, tidak jarang operasi menjadi pilihan terapi.

Sinu stidak lain adalah rongga di dalam tulang-tulang wajah di sekitar hidung. Tercata 4 jenis sinus pada manusia yakni sinus maksilars  (di dalam tulang pipi), frontalis (di dahi) dan sfenoid (di belakang sinus etmoid. Masing-masing terdapat di kanan dan kiri. Walau fungsi pastinya masih dalam perdebatan, beberapa teori kedokteran menduga sinus berperan dalam mengatur kondisi udara yang masuk ke saluran napas. Selain itu juga sinus diduga membantu menjaga keseimbangan kepala, meredam perubahan udara di sekitar, membantu resonasi suara serta sebagai penahan suhu.

Sinus yang sehat berisi udara, selain adaya lendir yang dihasilkan selaput dinding. Lendir ini terus menerus diproduksi dan dikeluarkan ke dalam hidung melalui saluran yang tersedia. Sel-sel bersikat di sepanjang dinding dan salurannya aktif bergerak untuk membantu pengaliran lendir. Siklus ini  harus tetap berjalan agar keseimbangan di dalam rongga sinus tetap terjaga.

Bila aliran ke dalam hidung terhambat, maka lendir dapat menumpukdan terperangkap bersama udara di dalam sinus. Sayangnya, tumpukan ini merupakan makana favorit berbagai bakteri penyebab penyakit. Alhasil, radang dalam rongga sinus (sinusitis) bisa terjadi. Berbagai hambatan mekanik seperti benda asing dan polip hidung, infeksi saluran napas kronik, alergi, serta adanya kelainan otonomi yang mempersempit saluran sinus, dapat mencetus keadaan ini.

Sinusitis pun bisa terjadi melalui mekanisme lain. Infeksi dari gigi, misalnya merupakan salah satu penyebab tersering terjadinya sinusitis. In terjadi karena akar gigi belakang  ataas kita bisa berada di dasar sinus bahkan msauk ke dalam akar gigi. Bila akar gigi tersebut terinfeksi yang ditandai dengan gigi berkubang, maka infeksi ini dapat meluas hingga ke sinus di atasnya. Sinus yang terlibat karena gigi, hanya sinus maksila. Sinus dapat pula berasal dari penyebab di hidung yang disebut sinusitis rinogen.

Pada ana-anak, sinusitis paling sering disebabkan karena adanya infeksi di tonsil belakang hidung atau adenoid, sehingga ukuran adenoid membesar yang disebut hipertrofi adenoid.

 


=====================================

>>> Obat Sinusitis Membantu Mengatasi Sinusitis, Mengatasi Peradangan, Sebagai Antibiotik Alami, Meluruhkan atau Menurunkan Demam, Menghilangkan Rasa Sakit dan Meluruhkan Dahak Serta Memperbaiki Jaringan Organ-Organ Tubuh Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Sinusitis and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>